Daftar Isi Cerobong

7 band Indonesia dengan bayaran termahal

1. Slank - 500 juta/show
http://hermawayne.blogspot.com
Slank menduduki peringkat pertama dengan 500 juta/show . Walaupun dibatalkannya sejumlah show mereka oleh petugas kepolisian setempat karena tidak ingin konser berakhir rusuh, ternyata tidak membuat harga penampilan panggung anak-anak potlot ini menurun. Buktinya Kaka, Bimbim, Ivanka, Ridho dan Abdee tetap stabil berdiri sebagai grup band dengan harga termahal. Tidak tanggung-tanggung, Slank mematok harga 500 juta rupiah per penampilan mereka. Harga yang memang sebanding dengan potensi bakal ramainya Slankers yang akan datang ke konser tersebut.

2. Dewa 19 - 500 juta/show
http://hermawayne.blogspot.com
Walaupun digosipkan akan ditinggal sejumlah personelnya yang kini tengah sibuk dengan urusan band dan proyek mereka masing masing, harga Dewa 19 tidak juga menurun. Grup band asal Surabaya pimpinan Ahmad Dhani ini tetap menjadi band termahal dengan harga Rp.500 Juta per penampilan. Imbalannya? Siap-siap saja kedatangan ribuan bala dewa ke acara kamu.

3. Peterpan - 400 juta/show
http://hermawayne.blogspot.com
Meski sang vokalis tengah bermasalah dengan hukum tak menurunkan popularitas band asal Bandung ini. Selama Ariel di penjara saja, banyak sekali panggilan manggung oleh event-event organizer atau penyelenggara acara di tiap kota. Sayangnya, beberapa konser tersebut harus dibatalkan karena Ariel yang tidak kunjung mendapat penangguhan penahanan.

4. Ungu - 350 juta/show
http://hermawayne.blogspot.com
Ungu bisa dikatakan sebagai band yang paling laris diundang penyelenggara acara. Jadwal panggung mereka sangat padat dan tur ke kota-kota di Indonesia bisa dibilang tanpa jeda. Padahal harga setiap show mereka tidaklah murah, tapi membanjirnya UnguClickers, setiap Ungu manggung rasanya membuat harga Rp.350 juta tidak ada apa-apanya.


5. Nidji - 275-280 juta/show
http://hermawayne.blogspot.com
Sukses yang diraih Nidji selama mengeluarkan 3 album membuat jadwal panggung mereka sangat padat. Pelantun ‘Hapus Aku’ ini bahkan tidak pernah merasakan libur karena jadwal panggung yang tiada henti. Harga mereka sekali manggung pun meroket, Rp.275 Juta sampai Rp.280 Juta.

6. GIGI - 200juta/show
http://hermawayne.blogspot.com
Kalau ada grup band yang selalu stabil sejak awal mereka berdiri hingga kini mereka tidak muda lagi, nama GIGI bisa menjadi salah satunya. Saat band baru banyak bermunculan, band ini selalu eksis merilis album dan single andalan mereka. Jadwal show pun nyaris tidak pernah sepi. Selain itu, band ini juga dikenal sebagai band spesialisasi lagu religi. Hampir setiap Ramadhan, lagu milik GIGI tidak pernah absen. Harga Rp.200 juta per show rasanya pantas untuk mereka.

7. ST12 - 170-180juta/show
http://hermawayne.blogspot.com
Meski musik melayu milik mereka dihujat banyak kalangan, ST12 tetap tak tergoyahkan. Lagu-lagu mereka justru semakin disukai semua kalangan dari anak-anak sampai orang dewasa. Charly dkk juga tidak pernah sepi dari jadwal panggung dan tur. Pelantun ‘Puspa’ ini bertengger di posisi 9 band termahal Indonesia dengan harga 170 – 180 juta rupiah per show-nya.:D
Read More

7 megaproyek di jakarta

1.UI Station 1 and UI Station 2, University Of Indonesia

Luas Area: 70.400 meter persegi

Gross Floor Area

3.250 meter persegi (UI Stasiun 1)

3.250 meter persegi (UI Station 2)

Tinggi Bangunan(meter): 14

Tinggi Bangunan(lantai): 2

Mulai Konstruksi : 2009

Penyelesaian dijadwalkan Tahun: 2010


Universitas Indonesia atau Universitas Indonesia (UI) menjaga 100 hektar hutan di dalam situs 309-hektar daerah. Dengan enam danau tersebar di daerah kampus, ia menawarkan lingkungan hutan yang harmonis untuk sekolah. Stasiun UI 1 dan Station 2 adalah eksternal dan internal sarana transportasi ke dan dari kampus.


Stasiun dirancang untuk memadukan dan berhubungan dengan lingkungannya, menghubungkan untuk pejalan kaki dan sepeda trek untuk menyediakan akses yang mudah. perlu, trotoar baru dan trek bersepeda akan dibangun untuk lebih meningkatkan aksesibilitas. Jembatan yang menghubungkan kampus UI ke Stasiun 2 akan menjadi gerbang utama baru bagi pengunjung.

Desain stasiun baru terinspirasi oleh konsep gerakan. Reboisasi kereta api juga telah dilakukan sepanjang sisi rel kereta api, sehingga pepohonan akan bekerja sebagai penghalang atau pemisah antara daerah UI dan Margonda.


2.Taman Ismail Marzuki (TIM)

Luas Area: 7.2 hektar
Gross Floor Area: 18.720 meter persegi
Tinggi Bangunan (meter): 27
Tinggi Bangunan (lantai): 5
Mulai Konstruksi : Maret 2009
Penyelesaian dijadwalkan : Maret 2010

Taman Ismail Marzuki adalah tempat tua yang didedikasikan untuk seni. Pemerintah dan Lembaga Arsitektur Indonesia DKI Jakarta menyerukan agar kompetisi desain untuk menghidupkan kembali dan mengubahnya menjadi ruang publik yang bersemangat dan hijau untuk kota reservoir. Andra Matin tim datang dengan memenangkan penghargaan desain.

3. REGATTA The Icon (RTI), a Nautical Theme Superblock in Jakarta

Setiap negara memiliki ikon gedung: Menara Eiffel di Paris, Pissa Menara Miring di Italia, Piramida di Mesir, dan Patung Liberty di Amerika Serikat. Bagaimana dengan Indonesia? Ikon berikutnya Indonesia akan Regatta, mega proyek kolaborasi antara PT Dharmala Intiland dan PT Global Ekabuana.
Dibuat oleh arsitek WS Atkins yang juga merancang Burj Al Arab di Dubai, Regatta The Icon terdiri dari 10 menara apartemen, hotel, Aqua Park dan Service Apartment di tanah dari 11 hektar. Dengan pemandangan menghadap ke Laut Jawa, perumahan eksklusif tepi pantai Regatta menawarkan konsep hidup.
Kata “Regatta” berasal dari jenis kapal yang digunakan untuk balap.
Manager Proyek BKMB, Aryadi Limansagita mengatakan bahwa pembangunan akan selesai pada November 2009. Tapi sampe sekarang ternyata belum selesai.. Biasa namanya juga Indonesia.. :) .

4. Area 24

Luas Area: 24.770 meter persegi
Gross Floor Area: 140.000 meter persegi
Tinggi Bangunan (meter): 130
Tinggi Bangunan (lantai): 30 (kantor); 28 (apartemen)
Mulai Kontruksi: 2009
Penyelesaian dijadwalkan: 2011

Area 24 serba guna kompleks terletak berdekatan dengan persimpangan bisnis dan kegiatan komersial, di sepanjang garis perifer Jakarta Pusat (Pancoran distrik) dan distrik pemukiman komersial di Jakarta Selatan (Kalibata distrik). Kompleks perumahan terdiri dari 558 unit, 49.396 meter persegi ruang kantor dan 7.316 meter persegi kegiatan komersial di lantai dasar. Setelah kebutuhan untuk jelas mendefinisikan domain publik dan swasta, dua bangunan apartemen telah bergeser ke belakang, sementara menara kantor di depan.

Kantor Menara ini terdiri dari lantai berbentuk elips piring untuk memaksimalkan tampilan dan sekitarnya gerbang putih melambangkan bingkai untuk pintu gerbang antara keduanya.

5. The Senayan Archipelago (TSA)

direncanakan pada sebidang tanah kosong di sebelah Plaza Senayan. Didasarkan pada desain dan skala gambar yang disediakan, menara utama sekitar 200m akan tinggi. Arsiteknya adalah Urbane.

6. Indonesia Movieland – The Hollywood of Indonesia

Indonesia Movieland adalah PT Jababeka visi masa depan bagi Indonesia’s TV broadcast dan industri film. PT Jababeka Capitalising pada warisan perusahaan menjadi pionir di sektor industri sejak 1989, kami berusaha untuk memberikan kontribusi kepada pembangunan dan pengembangan sektor industri kreatif Indonesia. Indonesia Movieland dirancang untuk menjadi “the 1st one stop siaran TV dan pusat industri film di Indonesia”. Ditampung dalam 36 hektar tanah di Kota Jababeka, akan memberikan fasilitas dan sumber daya yang dibutuhkan untuk membawa siaran TV di Indonesia dan industri film ketinggian yang lebih besar.

7. JAKARTA TOWER


Jakarta Tower (588m) ketika Dibangun pada tahun 2009 akan menjadi Menara yang berdiri bebas tertinggi di dunia melebihi CN Tower (553m). Desain yang menang ini diciptakan oleh Murphi / Iohn dari Amerika Serikat. Namun, karena rancangan itu terlalu mahal untuk mengembangkan, pemerintah memilih runner-up desain oleh Cina Timur Desain Arsitektur & Research Institute (ECADI), yang menciptakan Oriental Pearl Tower di China.
Left to right: KL Tower, Shanghai Pearl Oriental Tower, Toronto’s CN Tower and Jakarta Tower.
Read More