Daftar Isi Cerobong

Penyebab dan Tips Mengatasi Stres di Sekolah

Stres di Sekolah http://asalasah.blogspot.com
 Penyebab dan Cara Mengatasi Stres di Sekolah: Tidak Lulus Ujian! Hal itu merupakan salah satu hal yang paling ditakuti setiap siswa saat ujian sekolah. Kita semua pasti harus menghadapinya. Hal itu bisa menjadi sesuatu yang memalukan dan mengecewakan seseorang yang kita sayangi. Kegagalan dalam ujian dapat membuat kita merasa hancur.

Banyak orang tua yang menganggap stres di sekolah tidak seberat stres orang dewasa. Namun, di sekolah, tekanan tidak kalah hebatnya dengan tekanan yang dialami orang tua dan orang dewasa lainnya.

Hasil penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa seorang anak berusia 10 tahun harus menghadapi stres dalam kadar yang sama dengan yang dialami oleh orang-orang berusia 25 tahun pada tahun 1950. Kebanyakan stres ini adalah akibat les pelajaran, ujian sekolah, dan kegiatan lainnya yang orang tua harapkan dapat membantu anak-anak mereka memiliki masa depan yang lebih baik.

Stres pada anak sering kali bisa terlihat melalui tubuhnya. Misalnya munculnya jerawat, problem pencernaan, insomnia, kelelahan, sakit kepala, dan masalah sewaktu buang air, maupun reaksi psikosomatik lainnya mungkin merupakan tanda-tanda bahwa ada tekanan pada diri anak. Beberapa stres yang dialami seorang pelajar sekolah antara lain:


Tekanan Orang Tua

Orang tua ingin yang terbaik dengan masa depan anaknya. Untuk mencapai nilai terbaik, maka orang tua membebani anak-anaknya dengan berbagai kursus pelajaran yang dapat secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kesehatan anak, istirahatnya, dan perkembangannya.

Banyak orang tua tidak menyadari bahwa membantu si anak merasa relaks justru akan menyegarkan pikiran dan membantunya belajar dengan lebih baik. Sebaliknya para orang tua terus membebani anak-anak mereka untuk mendapatkan prestasi terbaik dan lulus ujian dengan memuaskan.


Tekanan Guru

Sama seperti orang tua, banyak guru ingin siswanya mendapat nilai terbaik. Guru selalu mendorong muridnya untuk unggul dalam pelajaran, terutama jika muridnya berprestasi.

Mengapa guru juga ikut menekan murid-muridnya mendapat nilai terbaik? Karena reputasi guru dan sekolah dipertaruhkan saat ujian sekolah khususnya Ujian Nasional.


Tekanan dari Sesama Siswa

Semangat kompetisi akan semakin memanas menjelang ujian sekolah. Setiap siswa berlomba-lomba untuk menunjukkan prestasi terbaik. Bahkan segala cara dilakukan untuk meraih nilai tertinggi termasuk menyontek maupun mencari bocoran soal.

Tekanan dari Diri Sendiri

Siswa berprestasi cenderung menjadi perfeksionis. Sehingga jika suatu kemunduran atau kegagalan terjadi, entah itu nyata atau masih belum terjadi, dapat membuat stres dan depresi.
Cara Menghadapi Stres di Sekolah:
Stres itu seperti suatu beban. Menghadapi stres seperti mengangkat suatu beban. Seorang atlet angkat beban akan berlatih dengan sebaiknya mengangkat beban yang sesuai kemampuannya. Jika diangkat sembarangan, maka hasilnya adalah kerusakan otot dan bisa jadi patah tulang.

Demikian juga dengan stres. Beban karena stres tidak bisa dihilangkan begitu saja. Cara terbaik adalah dengan mengelola stres secara efektif. Bagaimana mengelola stres di sekolah dengan baik?


Kenali penyebabnya

Jika Anda mulai stres di sekolah, misalnya saat menghadapi ujian sekolah, cobalah mencari tahu penyebab stres tersebut. Apakah disebabkan karena tekanan dari diri sendiri, dari orang tua, dari guru, atau dari sesama siswa? Cari penyebab stres yang paling menyebabkan beban tertinggi.

Rencanakan tanggapan

Lulus ujian dengan nilai terbaik memang impian setiap siswa. Namun jika itu tidak tercapai, maka apa yang harus Anda lakukan? Apakah penurunan prestasi atau kegagalan menjadi akhir segala-galanya? Tentu tidak.

Jika sejak awal Anda sudah mempersiapkan tanggapan yang akan Anda berikan jika terjadi kegagalan, beban Anda akan semakin berkurang. Anda sudah siap jika terjadi kegagalan. Misalnya Anda sudah mempersiapkan jawaban kepada orang tua Anda atau guru Anda jika kegagalan Anda dipermasalahkan kemudian hari.


Segera selesaikan masalah

Masalah tidak akan hilang dengan sendirinya. Bahkan suatu masalah akan bertambah parah jika sedang stres. Cobalah segera selesaikan masalah sejak awal. Misalnya jika Anda mengalami kesulitan belajar, coba untuk berlatih jauh-jauh hari sebelum masa ujian sekolah. Hal ini akan membantu mempersiapkan diri Anda.

Bantuan orang lain

Jika beban bertambah berat dan Anda tidak sanggup menghadapinya, jangan pikul sendirian. Coba berbagi dan berkomunikasi dengan orang lain khususnya orang tua. Diskusikan dengan mereka cara mengatasinya. Ini merupakan cara terbaik untuk mengelola stres saat situasi sudah begitu berat.
Tips Menghadapi Ujian Sekolah
Anda sudah berhasil mengelola stres dengan baik. Tapi, Anda perlu mempersiapkan diri menghadapi ujian. Bagaimana agar Anda siap menghadapi ujian sekolah?

Buat rencana belajar
Buat rencana belajar. Misalnya mata pelajaran apa yang ingin Anda pelajari lebih dulu. Lalu di bidang mana Anda lebih lemah. Coba buat rencana belajar dengan memprioritaskan pelajaran yang paling sulit. Persiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pelajaran Anda termasuk alat tulis, kertas, dan kalkulator jika dibutuhkan. Persiapkan juga buku pelajaran dan catatan Anda.

Cari tempat belajar yang ideal
Cari tempat belajar yang ideal yaitu yang bebas dari gangguan. Lebih baik belajar dalam posisi duduk di meja ketimbang belajar sambil berbaring di ranjang. Suasana belajar di tempat tenang juga akan meningkatkan konsentrasi Anda. Jangan belajar di ruang keluarga yang ramai dan ada televisi atau musik yang mengganggu.

Jangan menunda
Segera belajar dan jangan belajar pada detik-detik terakhir atau pada malam sebelum ujian. Hindari sikap suka menunda dan coba penuhi jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.

Jangan lupa beristirahat
Belajar terlalu lama dapat membuat konsentrasi berkurang. Istirahat sejenak bisa membantu kembali berkonsentrasi. Jangan lupa, ujian akan menguras energi cukup banyak, karena itu cobalah cukup beristirahat pada malam sebelum ujian.

Jika Anda Gagal!
Memang nilai buruk, gagal ujian atau tidak lulus ujian bisa membuat malu dan menghancurkan harga diri. Perasaan malu karena gagal dalam ujian atau tidak lulus ujian bisa bermanfaat jika hal itu memacu Anda untuk belajar dari kesalahan anda dan mengadakan perbaikan. Anda masih memiliki kesempatan untuk memperbaikinya dan berupaya lebih baik.

Coba beritahu orang tua Anda mengenai hasil ujian. Wajar jika orang tua menginginkan yang terbaik, namun jika nilai Anda rendah atau Anda tidak lulus, Anda dapat mengharapkan untuk menerima disiplin atau hukuman dari orang tua. Jika Anda merasa terlalu banyak yang diharapkan dari Anda, diskusikan hal itu dengan orang tua.

Nilai dan kelulusan memang penting, namun bukan ini yang menjadi penilaian terakhir atas diri Anda. Saat bekerja, banyak perusahaan lebih menekankan ketrampilan dibanding nilai tinggi di sekolah. Pendidikan sekolah memang bermanfaat dan belajarlah sebanyak mungkin di sekolah. Cobalah menjadi terbaik sesuai kemampuan Anda dalam menghadapi stres khususnya karena masa ujian akhir. Selamat menempuh ujian sekolah! 

Sumber:http://www.anekanews.com/2011/11/penyebab-dan-cara-mengatasi-stres-di.html
Read More

Waspadalah Jika Sering Buang Air Saat Diet

Diet
Bagi wanita yang ingin memiliki tubuh langsing, diet memang selalu jadi jalan keluar. Apalagi, jenis diet kini semakin beragam. Ada yang mengonsumsi obat-obatan hingga hanya mengonsumsi daging atau satu jenis buah saja. 


Uniknya, semakin aneh, semakin banyak orang yang tertarik untuk mencobanya terutama para wanita. Hal ini memang wajar karena bagi wanita penampilan merupakan hal utama. Tapi jika Anda sedang menjalani diet, pastikan kalau tak menimbulkan masalah kesehatan.

Terutama, bagi yang mengonsumsi obat diet. Itu karena, obat atau suplemen diet bukan tanpa efek samping berbahaya. Sering buang air kecil saat berdiet dianggap hal lazim, padahal ini juga bisa jadi tanda bahaya dan harus diwaspadai

"Jika Anda terus-terusan merasa haus dan sering buang air kecil atau buang air besar saat melakukan diet, tentu saja berat badan Anda turun. Namun bukan lemak yang menghilang dari tubuh Anda tapi air. Dan hal tersebut akan berbahaya jika diteruskan," ujar dr. Fiastuti Witjaksono, SpGK dalam acara Health Seminar: Eat Well, Live Well During Ramadan.

Hal ini akan membuat tubuh mengalami dehidrasi. Efeknya akan membuat kulit Anda kering, sakit kepala hingga kehilangan konsentrasi. Jika dibiarkan dalam waktu lama bukan tak mungkin menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius. 

Penurunan berat badan yang baik adalah jika turun sedikit demi sedikit yaitu sekitar setengah hingga satu kilo per minggu atau 2 hingga 4 kilogram per bulan. Penurunan berat badan secara normal sebesar 5 hingga 10 persen dari berat badan awal saja, sudah berefek positif pada tubuh.

Mulai dari memperbaiki kontrol gula darah, tekanan darah, kolesterol, mengurangi risiko sulit tidur hingga mencegah osteoarthritis. Faktanya, semakin drastis berat badan yang hilang, maka semakin cepat bertambah lagi, jika Anda lengah sedikit saja terhadap diet Anda. Itulah sebabnya mengapa banyak orang yang mengalami efek yoyo saat melakukan diet. 

"Diet yang sehat adalah dengan makan makanan bergizi dan berolahraga secara teratur yaitu olahraga seperti lari, jalan cepat, aerobik, atau menari. Olahraga tersebut dilakukan selama 45 menit dan sebanyak empat kali dalam seminggu," ujar dr Fiastuti. 

Ia juga memberikan trik agar diet Anda efektif, berhasil dan tentunya menyehatkan. Dokter Fiastuti sangat mengajurkan untuk mengonsumsi sayur dan buah terlebih dahulu sebelum makan makanan lain. Hal ini agar kebutuhan serat dari sayur dan buah sudah terpenuhi.

Anda pun lebih cepat merasa kenyang. Saat dihadapkan dengan banyak makanan dan perut sudah terisi, pasti mengonsumsi dengan tidak berlebihan. Hal ini sama dengan minum air putih segelas sebelum makan. 


Sumber:http://m.life.viva.co.id/news/read/340825-waspada-sering-buang-air-kecil-saat-diet
Read More